Pemasangan plang dilakukan di beberapa titik yakni Jalan Yos Sudarso Simpang Tandraowana, Yos Sudarso Simpang RRI Iraonogeba, serta Simpang Fodo Perumnas Fodo. Ketiga lokasi tersebut merupakan jalur utama yang mengarah ke dataran tinggi dan kerap dilalui masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Branch Manager Alfamidi Cabang Medan, Robert Hary Andika Simanjuntak, mengatakan pemasangan plang evakuasi ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap keselamatan masyarakat di daerah rawan bencana.
“Gunungsitoli memiliki potensi gempa dan tsunami. Melalui plang ini, kami berharap masyarakat lebih mudah mengenali jalur evakuasi menuju tempat yang aman saat kondisi darurat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Gunungsitoli dan Pemerintah Kota Gunungsitoli. Pemerintah daerah menyambut baik keterlibatan dunia usaha dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.
Sejumlah warga menilai pemasangan plang evakuasi ini sangat membantu. Yonas, warga yang sehari-hari melintas di kawasan Simpang RRI Iraonogeba, mengatakan selama ini banyak masyarakat belum benar-benar mengetahui arah jalur evakuasi.
“Sekarang sudah ada petunjuk yang jelas. Kalau terjadi gempa atau situasi darurat, orang tidak panik mencari jalan,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Maria, warga Perumnas Fodo. Menurutnya, keberadaan plang evakuasi memberi rasa aman, terutama bagi pendatang atau warga yang belum memahami kondisi wilayah.
“Ini langkah sederhana tapi dampaknya besar. Setidaknya kami tahu ke mana harus lari kalau terjadi bencana,” ujarnya.
Melalui
pemasangan plang jalur evakuasi ini, Alfamidi berharap kesadaran masyarakat
terhadap pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat, sekaligus memperkuat
kesiapsiagaan bersama menghadapi potensi bencana alam di Gunungsitoli. (Iman Lase)


Komentar0