Rapat dipimpin Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, didampingi Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, serta dihadiri para Asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta perwakilan dari Kodim 0213/Nias dan Polres Nias.
Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah aspek penting terkait pelaksanaan program, mulai dari progres cakupan pelayanan, realisasi SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga strategi pemberdayaan pelaku usaha lokal sebagai penyedia bahan pangan.
Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan terhadap operasional dapur SPPG. Langkah ini bertujuan memastikan proses pengolahan makanan memenuhi standar mutu, keamanan, dan kebersihan, sehingga makanan yang disalurkan benar-benar layak dan bergizi bagi penerima manfaat.
Pemerintah Kota Gunungsitoli menilai sinergi lintas sektor, termasuk dukungan TNI dan Polri, menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program nasional tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat, program MBG diharapkan dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Di sisi lain, pelaksanaan program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha daerah dalam rantai pasok pangan. (Iman Lase)


Komentar0