BSdlBSW0GUGoBSz9BSC7TfM9GA==

Masa Pemeliharaan Berjalan, Proyek Longsoran Rp 8,1 M di Lolozaria Akan Diaudit

Nias Selatan | InfoFakta - Proyek penanganan longsoran Jalan Nasional di Desa Lolozaria, Kecamatan Amandraya, Kabupaten Nias Selatan, senilai Rp 8,1 miliar kini memasuki fase baru. Setelah sebelumnya disorot karena dugaan penyimpangan, fakta terbaru menunjukkan proyek tersebut baru selesai dikerjakan pada Februari 2026 dan saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan (maintenance period).

Informasi terbaru juga menyebutkan bahwa lembaga audit yang berwenang akan melakukan audit terhadap pekerjaan tersebut. Langkah ini dinilai sebagai mekanisme pengawasan untuk memastikan kesesuaian pelaksanaan proyek dengan spesifikasi teknis dan kontrak kerja.

Kepala Kejaksaan Negeri Nias Selatan,Edmon Noverry Purba menyatakan pihaknya telah mencermati dokumen kontrak pekerjaan tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek masih berada dalam tahap pemeliharaan, di mana serah terima pekerjaan belum sepenuhnya final.

“Sudah lihat kontraknya. Pekerjaan itu masih pemeliharaan, PHO belum FHO. Kemudian akan dilakukan audit internal, kami akan menunggu hasilnya,” ujar Kajari lewat pesan WhatsAppnya beberapa waktu lalu.

Dengan status proyek yang masih dalam masa pemeliharaan, setiap temuan teknis masih dapat diperbaiki oleh kontraktor sesuai ketentuan kontrak apabila ditemukan ketidaksesuaian.

Audit oleh auditor yang berwenang menjadi tahap penting untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang. Hasil audit nantinya akan menjadi dasar objektif untuk menilai apakah pekerjaan telah sesuai standar atau masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki.

Sementara itu, hasil audit diharapkan dapat menjadi rujukan dalam menentukan langkah lanjutan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Bagi masyarakat Nias Selatan, tersambungnya kembali ruas jalan ini berarti lebih dari sekadar infrastruktur. Akses yang sempat terganggu kini kembali terbuka, memungkinkan aktivitas perdagangan dan pelayanan publik berjalan normal. Jalan yang dulu terputus itu kini menjadi penanda bahwa konektivitas wilayah tetap dijaga—sekaligus cerminan dari kerja teknis, penggunaan anggaran publik, dan harapan warga yang melekat di dalamnya (DTS) 

Komentar0

Type above and press Enter to search.