Semangat mengembangkan potensi lokal itulah yang terlihat dalam Pelatihan Pengolahan Pisang yang digelar Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan (Dagkopnaker) Kota Gunungsitoli di Ruang Rapat Gasebo GS 88 Gunungsitoli, Kamis (4/6/2026).
Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, didampingi Staf Ahli TP PKK Kota Gunungsitoli Fatinasa Zalukhu, hadir meninjau langsung pelaksanaan pelatihan tersebut. Turut mendampingi Kepala Dinas Dagkopnaker Kota Gunungsitoli Dafril Hulu, S.E., Ketua Bidang IV TP PKK Kota Gunungsitoli Puspita Zebua, serta jajaran terkait.
Kehadiran Ketua TP PKK menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar terus mengembangkan keterampilan dan menciptakan produk-produk inovatif berbasis potensi lokal.
Suasana pelatihan berlangsung penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya belajar mengolah pisang menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai inovasi produk, peningkatan kualitas, pengemasan, hingga peluang pemasaran.
Berbagai ide kreatif pun bermunculan selama proses pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa bahan baku lokal, jika diolah dengan keterampilan dan kreativitas, dapat menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Dorong UMKM Naik Kelas
Dalam kunjungannya, Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli berdialog langsung dengan para peserta dan instruktur. Ia mendengarkan pengalaman, tantangan, serta harapan peserta dalam mengembangkan usaha mereka.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun semangat para pelaku UMKM agar tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi terus berupaya meningkatkan kualitas dan mengembangkan pasar.
Kehadiran TP PKK juga menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat yang memilih jalur usaha produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Semangat peserta dalam mengikuti pelatihan menunjukkan bahwa penguatan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari potensi sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pelatihan pengolahan pisang ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong UMKM agar semakin kreatif, mandiri, serta berdaya saing.
Pemerintah berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga lahir produk-produk olahan pisang yang berkualitas, memiliki nilai jual, dan mampu menjadi produk unggulan daerah.
Dari sepotong pisang, tumbuh sebuah gagasan. Dari gagasan, lahir kreativitas. Dan dari kreativitas, terbuka peluang usaha yang dapat menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi langkah kecil namun berarti dalam membangun UMKM Gunungsitoli yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Gunungsitoli Hebat. (Iman Lase)


Komentar0