Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, saat menerima audiensi jajaran SEMPOA SIP Gunungsitoli di Rumah Dinas Wali Kota Gunungsitoli, Sabtu (8/8/2026).
Dalam kompetisi yang diikuti peserta dari 13 negara tersebut, para peserta diuji dalam kemampuan berhitung mental dan keterampilan menggunakan sempoa sesuai dengan kelompok usia masing-masing.
Dari 11 peserta asal Gunungsitoli, tujuh berhasil meraih Juara I dan empat lainnya meraih Juara II. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena putra-putri daerah mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan peserta dari berbagai negara.
Tujuh peserta SEMPOA SIP Gunungsitoli yang berhasil meraih Juara I yakni:
Tomosa Kristian Soguna Mendrofa
Anesta Joana Waruwu
Gavriel Kalfani Harazaki Ndraha
Clayrine Priscilla Halim
Ryota Melvandy Sarumaha
Audrey Gracellyne Halim
Christelle Putri Swandani
Sementara itu, Juara II diraih oleh:
Ryojihiro Melvandy Sarumaha
Jacob Tefili Telaumbanua
Roderick Barry Harefa
Steffan Putra Swandani
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak dari Kota Gunungsitoli, khususnya Kepulauan Nias, memiliki kemampuan dan potensi yang dapat bersaing di tingkat internasional.
Wali Kota Gunungsitoli menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta didik yang telah mengharumkan nama daerah di ajang internasional tersebut.
Apresiasi juga disampaikan kepada para orang tua, pelatih, serta jajaran SEMPOA SIP Gunungsitoli yang telah memberikan dukungan dan pembinaan secara konsisten sehingga para peserta mampu mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat dunia.
Menurut Wali Kota, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peserta dan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kota Gunungsitoli.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang bagi anak-anak daerah untuk berprestasi dan bersaing dengan generasi muda dari berbagai negara.
Asah Konsentrasi dan Kemampuan Berhitung Mental
SEMPOA SIP merupakan program pengembangan kemampuan anak melalui metode sempoa yang dirancang untuk melatih konsentrasi, kemampuan berhitung mental, ketelitian, serta koordinasi otak.
SEMPOA SIP Indonesia juga merupakan anggota AIAMA (AbacusKing International Abacus Mental Arithmetic Alliance) yang berpusat di Taiwan.
Keikutsertaan dalam kompetisi internasional menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam berkompetisi di tingkat global.
Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap prestasi yang diraih 11 anak tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus belajar, berlatih, dan berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
Prestasi mereka juga diharapkan dapat memotivasi orang tua, sekolah, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak untuk terus memberikan ruang serta dukungan bagi anak-anak dalam mengembangkan bakat dan kemampuan di berbagai bidang.
Dari Gunungsitoli menuju panggung dunia, 11 anak ini telah menunjukkan bahwa generasi muda Kepulauan Nias mampu berprestasi dan membawa nama daerah hingga ke tingkat internasional. (Iman Lase)


Komentar0