Pengukuhan tersebut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase. Kehadiran para Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan diharapkan semakin mendekatkan layanan pendidikan anak usia dini kepada masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan Bunda PAUD bukan sekadar simbol atau bagian dari kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam mendorong pelaksanaan program yang memberikan manfaat nyata bagi anak-anak usia dini di wilayah masing-masing.
Menurutnya, peran tersebut perlu didukung dengan pemahaman tugas yang baik, ketersediaan data yang akurat, serta keterlibatan aktif dalam memastikan berbagai program PAUD dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
“Bunda PAUD harus mampu memastikan program berjalan secara nyata dan berkelanjutan. Ini menjadi tanggung jawab bersama yang perlu didukung seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Bunda PAUD Kota Gunungsitoli, Ny. Veny Sowa’a Laoli, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak dapat dilaksanakan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, kader Posyandu, orang tua, serta masyarakat.
Penguatan peran Bunda PAUD hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Gunungsitoli membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada aspek pendidikan, tetapi juga mengintegrasikan kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak anak.
Dengan layanan yang semakin dekat dengan masyarakat, orang tua diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap informasi dan pelayanan yang mendukung tumbuh kembang anak. Di sisi lain, keberadaan Bunda PAUD di setiap desa dan kelurahan dapat menjadi penggerak koordinasi lintas sektor sehingga kebutuhan anak dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara lebih tepat.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Mei Ingatan Laoli, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, satuan PAUD, serta masyarakat dalam mendukung penerapan layanan PAUD Holistik Integratif.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Ikrar Bunda PAUD yang dipimpin oleh Bunda PAUD Kota Gunungsitoli dan diikuti oleh seluruh peserta. Ikrar tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk mendukung penyelenggaraan layanan PAUD yang berkualitas serta memastikan pemenuhan hak dan kebutuhan anak usia dini.
Melalui pengukuhan ini, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap peran Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan semakin nyata sebagai penggerak kolaborasi dan kepedulian terhadap pendidikan serta tumbuh kembang anak. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat, setiap anak di Kota Gunungsitoli diharapkan memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal sejak usia dini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, para Staf Ahli Wali Kota, para camat, kepala desa dan lurah, unsur TP-PKK, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. (Iman Lase)


Komentar0