BSdlBSW0GUGoBSz9BSC7TfM9GA==

Wali Kota Gunungsitoli Panen Jagung, Gerakan Pramuka Diajak Jadi Penggerak Ketahanan Pangan

Gunungsitoli | InfoFakta — Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan. Semangat tersebut ditunjukkan melalui kegiatan panen jagung hibrida yang dilaksanakan Pengurus dan Anggota Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Gunungsitoli bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Gunungsitoli.

Panen berlangsung di lahan pertanian yang berada di depan Eks. Rumah Covid dan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Gunungsitoli, Desa Sisarahili Sisambualahe, Kecamatan Gunungsitoli, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli yang juga menjabat Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Gunungsitoli.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada anggota Pramuka dalam mengenal proses pertanian, mulai dari penanaman hingga panen.

Wali Kota Sowa’a Laoli mengatakan, pemanfaatan lahan secara produktif merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan. Kita ingin semangat ini terus berkembang, bukan hanya dalam lingkungan Gerakan Pramuka, tetapi juga di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian membutuhkan kolaborasi dan keberlanjutan. Karena itu, keterlibatan Gerakan Pramuka bersama perangkat daerah dan masyarakat dinilai penting untuk menumbuhkan berbagai kegiatan produktif yang dapat dikembangkan sesuai potensi wilayah.

Bagi anggota Pramuka, kegiatan panen tersebut juga menjadi pembelajaran nyata di luar ruang. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mengelola tanaman pangan, tetapi juga memahami pentingnya pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan serta mendukung kehidupan dan perekonomian masyarakat.

Pemko Gunungsitoli melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan terus mendorong optimalisasi potensi pertanian daerah. Pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.

Panen jagung hibrida ini menjadi contoh bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Ke depan, semangat tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang mendorong produktivitas, kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat menuju Gunungsitoli Hebat. (Iman Lase)

Komentar0

Type above and press Enter to search.